|
-- Menikmati Peran Ibu --
|
|
|
 |
Thu, Apr. 13th, 2006 10:13 pm
|
|
|
Suatu pagi, ibu sedang mencuci piring di dapur. Hafiz datang, mendekati rak piring. Piring keramik bergambar kelinci diambil. "Ayah… ayah…," kata Hafiz. Ibu menjawab, "iya, itu piring ayah." Piring itu memang biasa dipakai ayah. Piring kelinci diletakkan kembali. Kali ini tangan Hafiz menunjuk piring beling di deretan belakang. "Ibu…ibu…," kata Hafiz kemudian. "Iya, itu piring Ibu," jawab ibu. Tangan Hafiz kemudian meraih piring kecil berbahan Tupperware. "Hapis," katanya singkat. Ibu tersenyum. "Oo.. yang itu punya Hafiz ya.." Piring itu biasa dipakai Hafiz untuk bermain-main. Hafiz sudah bisa menunjukkan barang-barang yang biasa dipakai orang-orang yang biasa ia temui. Bukan hanya piring, tapi juga gelas, baju, dan sepatu. ** Pagi hari, Hafiz ikut ibu berbelanja ke tukang sayur. Saat tiba, perhatiannya segera tertuju ke ikatan plastik berisi kerupuk di gerobak sayur. "Buku.. buku…" kata Hafiz sambil tangannya memegang plastik kerupuk. "Hafiz mau kerupuk?" Tanya Ibu. Hafiz mengangguk. Plastik kerupuk itupun berpindah tangan. Lain waktu, Hafiz bermain di halaman depan rumah. Seekor kupu-kupu terbang melintas, dan hinggap di salah satu bunga. "Buku.. buku…" kata Hafiz sambil menatap kupu-kupu. Ibu menyahut, "Iya, itu kupu-kupu." Di dalam rumah, jika ibu sedang menulis di buku, Hafiz mendekat. "Buku…buku…" kata Hafiz sambil berusaha meraih buku di meja. Ibu memberikan buku tulis beserta pulpennya. Hafiz kemudian meletakkannya di lantai dan mulai mencorat-coret. Bukan hanya kata buku yang punya arti ganda kalau diucapkan Hafiz. Kata "semu" bisa berarti semut atau jemur. Tergantung pada kondisi saat itu, dan apa yang Hafiz tunjuk atau lihat.
Cibeureum, 10 April 2006 Current Mood:  giggly  
|
|
|
 |
Thu, Apr. 13th, 2006 03:17 am
|
|
|
Anakku sedang ingin melakukan banyak hal sendiri. Salah satunya, membuat susu dalam botol.Saat ingin minum susu, saya hanya perlu menyiapkan air dalam botol, dan si kecil yang menjelang dua tahun itu akan melakukan pekerjaan selanjutnya. Memasukkan sendok demi sendok susu bubuk ke dalamnya, kemudian memasang tutup dan memutarnya. Masih berantakan tentu. Butiran-butiran susu pun bertebaran di alas dan lantai. Saya menganggapnya sebagai proses belajar. Tidak apa-apa lantai dapur kotor dengan susu bubuk. Hanya sedikit dan mampu dibersihkan dengan disapu dan dipel. Mudah-mudahan bagi si kecil, proses ini mampu membuatnya belajar untuk lebih mandiri. Setahun sebelumnya, si kecil sedang belajar makan sendiri. Mencoba menyuapkan sendok demi sendok nasi ke dalam mulut mungilnya. Alas tempatnya makan, juga baju yang ia kenakan, biasanya akan kotor dengan tumpahan makanan. Tapi lihatlah, kini ia makan dengan lebih rapi. Belum bisa sepenuhnya tertib. Beberapa butir nasi masih berjatuhan ke lantai. Tapi sudah jauh lebih baik daripada setahun sebelumnya. Beberapa tahun lalu saya pernah mengikuti seminar bertema pendidikan. Pembicaranya adalah seorang psikolog dengan 11 anak. Ia mengatakan bahwa anak yang dalam masa pertumbuhannya sering menerima larangan dari orang tua akan menjadi seorang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Misalnya saja, anak kecil yang mencoba membantu membereskan piring di meja makan. Dengan alasan takut pecah, orang tua melarang dia untuk membantu. Di saat lain, ketika dia mencoba melakukan pekerjaan yang lain, orang tua melarang dengan alasan ia belum mampu. Terlalu sering dilarang seperti itu, anak akan tumbuh dengan keyakinan bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal. Keyakinan ini bisa jadi akan dia bawa hingga ia dewasa. Untuk anak saya yang saat ini berumur 2 tahun, masih banyak proses dan tahapan yang harus dilewati untuk bisa menjadi pribadi yang mandiri. Perlu bantuan dari orang-orang di sekelilingnya untuk menanamkan kepercayaan diri atas kemampuan yang ia miliki untuk melakukan banyak hal. Mudah-mudahan proses dan tahapan ini bisa dijalani dengan sebaik-baiknya.
Bogor, 20 Maret 2006  
|
|
|
 |
Wed, Jul. 7th, 2004 03:21 pm
|
|
|
something to remind myself.. Sometimes, when the world’s not on your side You don't know where to run to You don't know where to hide You gaze, at the stars in the sky At the mountains so high Through the tears in you eyes Looking for a reason, to replace what is gone Just remember, remember, that you are never alone
You are never alone Just reach into your heart and Allah is always there
You are never alone Through sorrow and through grief Through happiness and peace You will never be alone So now, as you long for your past Prepare for your future But knowing nothing’s going to last You see, this life is but a road A straight and narrow path To our final abode So travel well o Muslim and paradise will be your home And always remember, you are never alone
Current Mood:  crappy Current Music: you are never alone - zain bikha  
|
|
|
 |
Thu, Jul. 1st, 2004 07:28 am
|
|
|
Hari ini, tepat dua bulan usia Hafiz Hafiz sudah bisa apa? beberapa teman sering menanyakan itu
Hafiz sudah bertambah berat sekarang terakhir ditimbang, beratnya 6 kilogram Sudah makin pintar ia Jam tidurnya mulai teratur, meski kadang masih merepotkan juga Refleks moronya masih ada, meski sudah jauh berkurang refleks babinskinya pun begitu
Mainan favoritnya, tasbih yang digoyangkan di atas kepalanya Diajak bicara orang-orang di sekelilingnya pun ia suka Kalau sudah diajak ngobrol begitu, senyum manisnya mengembang, mulut mungilnya ikut bergerak, matanya ikut 'berbicara'
Tangannya sudah mulai berusaha meraih benda di dekatnya Genggamannya kuat meski sesaat kemudian ia lepaskan lagi
Ia mulai berusaha menelungkupkan badannya Belum cukup usia, tentu saja usahanya masih belum berhasil juga Dibantu, ia baru bisa menelungkupkan badan perlahan-lahan kepalanya bergerak lalu...... Hup! kepalanya mengangkat sebentar hanya beberapa detik tapi sudah membuat gembira orang-orang yang menyayanginya
Mudah-mudahan Ia jadi anak yang sholeh dan bahagia, dunia akhiratnya Mudah-mudahan juga orang tuanya dikaruniai kemampuan untuk mendidiknya dengan benar
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." Current Mood:  hopeful Current Music: Aku Anak Sholeh - Snada  
|
|
|
 |
Sun, Jun. 20th, 2004 07:14 pm
|
|
|
Sebentar lagi insya Allah kembali ke kampung halaman. Salah satu yang jadi bahan pikiran (meski bukan jadi prioritas) adalah oleh-oleh. Apa yang akan dibawa nanti? Seorang teman pernah menulis, kalau oleh-olehnya adalah sesuatu "yang lucu, yang gak berat, yang khas jepang, yang gak mahal." Berfikir, kalau kriterianya seperti itu, apa ya yang nanti dibawa? Tapi beliau juga menulis, jangan sampe oleh-oleh itu jadi alat untuk pamer. Hmm..
Masih di tulisan teman, mengingat teman-teman di jepang ini, sepertinya akan ada oleh-oleh yang mungkin akan mereka bawa nanti: kemandirian, kesederhanaan, kekuatan hati, serta ketawakkalan yang lebih. Hhh... sesuatu yang membuat berkaca pada diri. Akankah saya membawa hal-hal seperti itu nanti?
Fukuoka panas sekali 2 hari terakhir ini. Termometer di atas meja menunjukkan angka 34 derajat celcius saat menulis entri ini. Dari berita, katanya akan ada taifu yang lewat di Kyushuu. Current Mood:  hot Current Music: would you be happier - the corrs  
|
|
|
 |
Sat, Jun. 19th, 2004 05:06 pm
|
|
|
Sebuah diskusi menyoal tentang peran orang tua di sebuah milis. (kepada teman-teman yang emailnya saya ambil, maaf ga minta ijin dulu..)( email pembuka )( tanggapan pertama )( tanggapan kedua )( tanggapan ketiga )Mungkin diskusinya kurang bisa difahami, karena yang saya lakukan hanya mengkopi paste dari email aslinya. Setidaknya -bagi saya- ada pencerahan baru di sana. Current Mood:  calm  
|
|
|
 |
Fri, Jun. 18th, 2004 05:01 pm
|
|
|
2 judul yang gak nyambung, skip aja karena cuma 'words of nothing' (istilah siape tuuu..?) ( inisiatif )( sepeda ) Current Mood: grumpy  
|
|
|
 |
Thu, Jun. 17th, 2004 09:30 pm
|
|
|
Membaca artikel ini, jadi merenung soal peran ibu dari seorang anak laki-laki. Satu hal yang mungkin dulu tidak terpikirkan. Hmm... ( Ibu dan Anak Laki-laki )mudah-mudahan bisa jadi ibu yang baik.. amiin Current Mood:  thoughtful  
|
|
|
 |
Mon, Jun. 14th, 2004 10:38 pm
|
|
|
Anakmu bukan milikmu Mereka putra putri yang rindu pada diri sendiri Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu. Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan Bentuk pikiranmu, Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, Tapi tidak untuk jiwanya, Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian. Kau boleh berusaha menyerupai mereka, Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, Pun tidak tenggelam dimasa lampau. Kaulah busur, dan anak-anakmulah Anak panah yang meluncur. Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian. Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya, Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat. Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap. (Khalil Gibran)
"Didiklah dan persiapkanlah anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan zamanmu" (Ali bin Abi Thalib) Current Mood:  gloomy  
|
|
|
 |
Mon, Jun. 14th, 2004 10:32 pm
|
|
|
If a child lives with criticism, he learns to condemn;
If a child lives with hostility, he learns to fight;
If a child lives with ridicule, he learns to be shy;
If a child lives with shame, he learns to feel guilty;
If a child lives with tolerance, he learns to be patient;
If a child lives with encouragement, he learns confidence;
If a child lives with praise, he learns to appreciate;
If a child lives with fairness, he learns justice;
If a child lives with security, he learns to have faith;
If a child lives with approval, he learns to like himself;
If a child lives with acceptance and friendship, he learns to find love in the world.
-Dorothy Law Holte- Current Mood:  hopeful Current Music: Ode Anak - Raihan  
|
|
|
 |
Fri, Apr. 30th, 2004 07:51 pm
|
|
|
"We have enjoined on man kindness to his parents: In pain did his mother bear him, and in pain did she give him birth. The carrying of the (child) to his weaning is (a period of) thirty months. At length, when he reaches the age of full strength and attains forty years, he says, "O my Lord! Grant me that I may be grateful for Thy favour which Thou has bestowed upon me, and upon both my parents, and that I may work righteousness such as Thou mayest approve; and be gracious to me in my issue. Truly have I turned to Thee and truly do I bow (to Thee) in Islam."(46:15)
"O my Lord! Grant me a righteous (son)!" (37:100) Current Mood:  hopeful Current Music: Ode Anak- Raihan  
|
|
|
 |
Sun, Apr. 25th, 2004 10:44 am
|
|
|
 Foto (lagi), sisanya bisa diliat di flowers in uminonakamichi album. Selalu menyenangkan bisa memotret pemandangan, apalagi bunga. Bukan fotografer profesional, cuma menggunakan kamera digital yang kapasitas memorynya sedikit. ( tentang uminonakamichi )  
|
| |