c a h a y a ([info]nurafiati) wrote,
@ 2004-03-05 17:20:00
Previous Entry  Add to memories!  Tell a Friend  Next Entry
Current mood: excited
Current music:Bismillah - Raihan

Tak Bisa Menahan Godaan..
Kamis pagi, cuaca di Fukuoka yang sebelumnya hangat jadi dingin kembali. Siap-siap pergi ke toshokan. Kegiatan yang rutin dilakukan tiap 2 minggu, kecuali kalau memutuskan tidak meminjam buku. Jam 9 pagi seharusnya sudah melangkahkan kaki ke kyudai kitamon. Tapi ternyata... subhanallah.. salju turun lagi. Baru siang harinya, ba'da dhuhur, melihat cuaca yang sudah lebih baik, bisa pergi ke perpustakaan kota di momochi.

Salah satu tempat favorit di Fukuoka. Meski perlu sekitar 40 menit dengan bus untuk pergi, tapi sepertinya tidak pernah rugi pergi ke sana. Banyak yang bisa dilihat: fukuoka tower, pantai momochi, studio TNC, museum kota, atau hanya sekedar melihat-lihat lingkungan sekitar sebelum akhirnya belok ke toshokan.

Seperti biasa, sebelum ke lantai 2 untuk melihat buku, buku yang sebelumnya dipinjam dikembalikan dulu ke bagian book return. Niat awalnya, berusaha untuk tidak meminjam buku. Ada beberapa alasan kenapa tidak ingin meminjam buku dulu. Yang paling utama adalah, karena saat mengembalikan kemarin adalah hari kerja. Berangkat sendiri, artinya nanti saat membawa buku pinjaman juga sendiri. Itu berarti, buku yang dipinjam haruslah tidak terlalu banyak, cukup untuk dibawa seorang diri oleh ibu hamil. Karena meminjam saat hari kerja, kemungkinannya, dikembalikan juga saat hari kerja. Sendiri lagi? malas rasanya..

Sesudah mengembalikan buku, melihat jam baru menunjukkan sekitar pukul 15 lewat 15. Masih ada kira-kira 56 menit sebelum jadwal bus no 24 dari fukuoka tower minamiguchi pergi. Jalan dari toshokan ke halte kira-kira 10 menit, artinya ada 46 menit tersisa. Pergi ke lantai 2, melihat-lihat femina. Ada femina edisi 2 minggu lalu di Indonesia. Masih belum bisa dipinjam, baru bisa dipinjam tgl 6 nanti. Lihat-lihat majalah edisi lama dan memutuskan mengambil satu untuk dibaca di situ. Pergi ke rak buku bagian buku-buku dari north america. Saat 2 mingggu lalu ke perpustakaan, ada buku Anna Quindlen 'Blessed'. Tapi melihat tebalnya... duuh... rasanya untuk dibawa sendiri terlalu berat. Bagian novelnya, selalu membuat diri bisa berlama-lama memperhatikan judulnya. Ada JRR Tolkien 'Lord of The Rings', ada buku-buku Stephen King, buku-buku Danielle Stelle, buku-buku seri 'Mary Poppins', dan banyak lagi deretan lainnya. Berhasil menahan godaan untuk tidak mengambil salah satu novel. Kemungkinan besar tidak akan terbaca di rumah.

Pindah ke rak sebelahnya. Ada buku-buku Chicken Soup, Mars and Venus at Work, Don't Sweat Small Stuff, buku karya Dave Pelzer, juga buku lainnya. Hmm.. ada buku yang cukup menarik. Who Moved My Cheese-nya Spencer Johnson. Endorsementnya benar-benar membuat diri tidak kuasa untuk membuka sedikit halaman bukunya. Pinjam..jangan..pinjam...jangan... ah, pinjam deh, toh bukunya kurang dari 100 halaman. Tidak terlalu berat. Godaan untuk meminjam terlalu kuat, sampai akhirnya memutuskan untuk mengambil 2 buku lainnya dari deretan yang sama. Melihat ke deretan lain, seperti biasa, komik bilingual sazae san. Kemarin pinjam edisi 4, tak ada edisi 5 di deretan itu. Ambil yang nomor 6 deh.. Dan akhirnya.. 4 buku plus satu femina dibawa pulang ke rumah setelah sebelumnya melaporkan ke bagian peminjaman buku.

Beruntung rasanya, kemampuan membaca kanji masih rendah. Kalau tidak, rasanya buku-buku di lantai 1 yang hampir keseluruhannya berbahasa jepang ada yang dipinjam juga. Selama ini, tiap kali memperhatikan buku berbahasa jepang, yang jadi perhatian adalah sampul buku yang begitu menarik. Beberapa begitu sederhana desain sampulnya, tapi justru kesederhanaan itu yang menjadi kekuatannya.

Ada kejadian menarik saat pulang dari perpustakaan. Seperti biasa, lewat stasiun tv yang menayangkan film drama Takuya Kimura 'Pride'. Menunggu di depan TNC. Saat bus 24 datang, sopirnya mengumumkan kalau bis ini ke kyudai kitamon. Eh.. biasanya bukan kyudai kitamon yang diumumkan, kok? Saat sampai di Hakozaki Matsubara, bersiap-siap karena akan turun di halte berikutnya. Sopirnya kemudian dengan ramah berkata, 'turunnya di kyudai kitamon, kan?' eh.. bingung sebentar sebelum mengangguk cepat, 'iya.' Kok bisa? Mungkin karena tampilan yang membawa 2 tas: ransel dan tas yang dijinjing dengan 4 buku dan majalah, bapak sopirnya menduga kalau saya mahasiswa kyudai.




(4 comments) - (Post a new comment)


[info]onetea
2004-03-06 12:52 am UTC (link)
ni kalo urfie ke toshokan juga pasti tu buku dibabat semua hehheheh. lengkap bener ya perpusnya...

(Reply to this) (Thread)


[info]nurafiati
2004-03-06 01:05 am UTC (link)
lengkap banget sih enggak, banyak buku bhs inggris yang saya cari gak nemu. Tapi buku (terutama novel) bahasa indonesia malah bejibun. Mulai dari Lupus, Lulu, serial anak-anak Mama Alin, karyanya Pandiri Kelana, Mira W sampe ke bukunya Emha Ainun Najib. Buku lama sih, yang baru-barunya jarang. Edisi baru paling Femina, Tempo sama Kompas aja yang ada.

(Reply to this) (Parent)(Thread)


[info]onetea
2004-03-08 03:49 pm UTC (link)
wah segitu juga keren banget...kalo disini saya musti beli, ga bisa pinjem, di bgr mana ada perpustakaan yg okeh? kecuali komik kali ya bisa nyewa

(Reply to this) (Parent)


[info]ardian
2004-03-08 03:49 am UTC (link)
"Who moved my cheese" ?? temen pernah cerita, isi bukunya tentang tikus yang hobinya lari pagi untuk nyari sumber cheese baru, sambil gantungin sepatu di lehernya??

Kayaknya pengen baca juga deh............

(Reply to this)


(4 comments) - (Post a new comment)

Create an Account
Forgot your login or password?
Login w/ OpenID
English • Español • Deutsch • Русский…