<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- If you are running a bot please visit this policy page outlining rules you must respect. http://www.livejournal.com/bots/ -->
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:lj="http://www.livejournal.com">
  <id>urn:lj:livejournal.com:atom1:nurafiati</id>
  <title>-- Menikmati Peran Ibu --</title>
  <subtitle>karena hidup adalah proses perbaikan terus menerus</subtitle>
  <author>
    <name>c a h a y a</name>
  </author>
  <link rel="alternate" type="text/html" href="http://nurafiati.livejournal.com/"/>
  <link rel="self" type="text/xml" href="http://nurafiati.livejournal.com/data/atom"/>
  <updated>2038-01-19T03:14:07Z</updated>
  <lj:journal userid="1136357" username="nurafiati" type="personal"/>
  <link rel="service.feed" type="application/x.atom+xml" href="http://nurafiati.livejournal.com/data/atom" title="-- Menikmati Peran Ibu --"/>
  <link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/"/>
  <entry>
    <id>urn:lj:livejournal.com:atom1:nurafiati:34059</id>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://nurafiati.livejournal.com/34059.html"/>
    <link rel="self" type="text/xml" href="http://nurafiati.livejournal.com/data/atom/?itemid=34059"/>
    <title>[Jelang 2 Tahun Hafiz] Belajar Mandiri</title>
    <published>2038-01-19T03:14:07Z</published>
    <updated>2038-01-19T03:14:07Z</updated>
    <content type="html">Anakku sedang ingin melakukan banyak hal sendiri. Salah satunya, membuat susu dalam botol.Saat ingin minum susu, saya hanya perlu menyiapkan air dalam botol, dan si kecil yang menjelang dua tahun itu akan melakukan pekerjaan selanjutnya. Memasukkan sendok demi sendok susu bubuk ke dalamnya, kemudian memasang tutup dan memutarnya. Masih berantakan tentu. Butiran-butiran susu pun bertebaran di alas dan lantai. &lt;br /&gt;Saya menganggapnya sebagai proses belajar. Tidak apa-apa lantai dapur kotor dengan susu bubuk. Hanya sedikit dan mampu dibersihkan dengan disapu dan dipel. Mudah-mudahan bagi si kecil, proses ini mampu membuatnya belajar untuk lebih mandiri. &lt;br /&gt;Setahun sebelumnya, si kecil sedang belajar makan sendiri. Mencoba menyuapkan sendok demi sendok nasi ke dalam mulut mungilnya. Alas tempatnya makan, juga baju yang ia kenakan, biasanya akan kotor dengan tumpahan makanan. Tapi lihatlah, kini ia makan dengan lebih rapi. Belum bisa sepenuhnya tertib. Beberapa butir nasi masih berjatuhan ke lantai. Tapi sudah jauh lebih baik daripada setahun sebelumnya.&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu saya pernah mengikuti seminar bertema pendidikan. Pembicaranya adalah seorang psikolog dengan 11 anak. Ia mengatakan bahwa anak yang dalam masa pertumbuhannya sering menerima larangan dari orang tua akan menjadi seorang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Misalnya saja, anak kecil yang mencoba membantu membereskan piring di meja makan. Dengan alasan takut pecah, orang tua melarang dia untuk membantu. Di saat lain, ketika dia mencoba melakukan pekerjaan yang lain, orang tua melarang dengan alasan ia belum mampu. Terlalu sering dilarang seperti itu, anak akan tumbuh dengan keyakinan bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal. Keyakinan ini bisa jadi akan dia bawa hingga ia dewasa.&lt;br /&gt;Untuk anak saya yang saat ini berumur 2 tahun, masih banyak proses dan tahapan yang harus dilewati untuk bisa menjadi pribadi yang mandiri. Perlu bantuan dari orang-orang di sekelilingnya untuk menanamkan kepercayaan diri atas kemampuan yang ia miliki untuk melakukan banyak hal. Mudah-mudahan proses dan tahapan ini bisa dijalani dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 20 Maret 2006</content>
  </entry>
</feed>
